Antara Cicak dan Buaya

Sekarang di jagad pemerintahan Indonesia sedang terjadi pertarungan antara cicak melawan buaya. Cicak macam apa yang berani melawan buaya. Padahal buaya dikenal sebagai binatang buas, tak kenal ampun, bahkan makan temannya sendiri. Sementara cicak hanya binatang kecil, diam, makan nyamuk.

Tapi ini bukan cicak sungguhan, ini perumpamaan yang mereka buat sebdiri. Ya ini pertarungan antara dua penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi KPK dengan Kepolisian. Dua petinggi KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur III Bidang Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Yofianus Mahar dalam konferensi pers singkat, tadi malam, menyebutkan peningkatan status Chandra dan Bibit dari saksi menjadi tersangka dilakukan setelah penyidik menganggap adanya unsur-unsur dugaan penyalahgunaan werwenang memenuhi.

"Keduanya tidak ditahan, tapi kami kenai wajib lapor. Tapi semuanya masih mungkin terjadi tergantung penyidikan lanjutan," kata Yofianus.

Polri menjerat keduanya dengan pasal 23 UU No 31 Tahun 1999 tentang penyalahgunaan wewenang dan pasal 12E UU No 31 tahun 1999 tentang pemerasan. (MIOL)

Banyak pihak juga menengarai ada upaya sistematis untuk mengerdilkan KPK. Lembaga yang banyak menyeret koruptor uang rakyat.

Salah seorang wakil ketua KPK, Jasin menduga ada skenario yang dibuat untuk melemahkan KPK. Salah satunya adalah surat pencabutan cekal terhadap Anggoro Widjaja, Dirut PT Masaro, tersangka kasus pengadaan alat sistem komunikasi radio terpadu (SKRT). Selain itu juga terkait pencabutan cekal Joko Tjandra.

"Surat itu palsu, apa yang harus diteruskan penegak hukum? Persoalan ini muncul lagi setelah Komisi III DPR rapat dengan kepolisian. Ditekan lagi untuk dimunculkan, ini ada apa?" Kata Jasin seperti dikutip MIOL.

Dan pertarungan semakin meluas, melibatkan pemerintah dan DPR, dua elemen penting pembuat UU. Harian Media Indonesia menurunkan editorial yang mengigit dengan judul: KPK adalah mandat rakyat. Ulasan yang lugas, mengena menjadikan editorial Media iNdonesia menarik untuk di baca.

Dalam editorialnya, MI mengkritisi masih kentalnya MENTALITAS korupsi yang membunuh hampir segala keinginan dan kepatutan soal penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran. Itulah mentalitas yang menyengsarakan rakyat dan bangsa.

Rakyat yang muak dengan mentalitas korupsi menumbangkan rezim yang membentenginya selama tiga dasawarsa. Dan, rakyat memberi mandat sangat kuat kepada rezim reformasi sejak 1998 untuk memberantas korupsi. Wujud dari mandat itu adalah hadirnya Komisi Pemberantasan Korupsi dengan segala keistimewaannya.

Adalah amat bertentangan dengan mandat itu ketika hanya berselang 10 tahun kemudian, KPK ingin ditumbangkan. DPR dan pemerintah, dua kekuatan negara dalam fungsi legislasi, menjadi pelopornya.

Bertolak dari putusan Mahkamah Konstitusi yang meminta agar pengadilan tindak pidana korupsi--peradilan yang menyertai kehadiran KPK--harus memiliki payung hukum sendiri, pemerintah dan DPR membuat undang-undang baru tentang pengadilan tipikor. RUU itu sedang dibahas di DPR.

Bertentangan dengan semangat dasar putusan MK yang hanya meminta dibentuk payung hukum tersendiri bagi pengadilan tipikor, pemerintah dan DPR malah mengutak-atik kewenangan KPK.

Salah satu yang amat melumpuhkan KPK adalah pemikiran yang berkembang dalam panitia kerja untuk menghilangkan hak penuntutan yang selama ini melekat pada KPK. Yang mengherankan, pikiran itu tumbuh dan berkembang di kalangan politisi dari partai yang selama kampanye memproklamasikan diri sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi. Pemerintah pun tidak bersuara keras terhadap upaya penghilangan hak penuntutan dari KPK.

he.....Pantas kalau UUD diplesetkan menjadi ujung-ujungnya duit. UUD yangmau dibentuk juga bisa dibuat agar tidak bisa menghalagi mereka buat cari duit. Termasuk mengerdilkan lembaga yang bisa mengusut mereka darimana duit berasal.

Saya mendukung dipertahankan KPK, dikuatkan KPK, biar banyak koruptor pencuri uang rakyat di seret ke pengadilan. Gusti Allah ora sare, sopo salah seleh. KPK kalau memang ada oknum yang tidak benar, bersihkan. Kalau ada kekuatan yang tidak suka dengan sepak terjang KPK dan ingin mengerdilkan, semoga rakyat bisa bersatu untuk melawannya. Becik ketitik olo ketoro.

Cicak-cicak di dinding, diam-diam menyadap, datang seorang koruptor hap. lalu ditangkap.

beberapa diambil dari situs miol: /read/2009/09/09/95933/16/1/Chandra-dan-Bibit-jadi-Tersangka

« HOME

posted on:9/15/2009 7:06:41 PM | by: meds | under: opini | coment on medscript ( 5 ) Komentar

Bookmark and Share

Related Post

  1. Jangan lupakan kasus Century--6/30/2010 1:36:25 PM
  2. Selamat Bermuktamar untuk NU--3/24/2010 2:27:27 AM
  3. Pelajaran Lalu-lintas--2/13/2010 4:07:53 AM
  4. Demonstrasi, semoga tidak ramai-ramai mendemo angin--1/28/2010 4:19:02 PM
  5. Nasib Hak Angket Century DPR sepertinya suram--11/26/2009 11:47:34 AM
  6. Tidak bisa berharap banyak pada DPR--11/11/2009 5:13:15 PM
  7. Cintai Indonesia, Cintai KPK--10/31/2009 3:49:40 PM
  8. Menunggu telpon--10/14/2009 6:46:08 PM
  9. Aburizal Bakrie ketua umum Golkar yang baru, jadi ilfill--10/7/2009 5:57:47 PM
  10. Golkar Bingung--4/28/2009 12:06:52 AM
  11. Golkar - Demokrat pisah--4/22/2009 11:55:37 AM
  12. Pemilu 2009, Demokrat yang fenomenal--4/10/2009 2:54:16 AM
  13. Situ Gintung--4/3/2009 9:41:50 AM
  14. Pemilu Banyak Partai, tanya kenapa--3/18/2009 9:38:25 AM
  15. Rokok Haram, Golput haram. Tanya Kenapa?--1/27/2009 10:29:31 AM
  16. Teori Jendela Pecah untuk Jakarta--11/19/2008 9:49:46 AM
  17. Hati-hati BLBI Jilid 2--11/14/2008 11:32:29 AM
  18. Memperingati Hari Pahlawan--11/10/2008 10:57:32 AM
  19. Krisis keuangan Global--10/14/2008 12:14:22 AM
  20. Pakaian Khusus Buat Koruptor--8/12/2008 11:44:05 AM

Komentar

Silakan berkomentar. Tuliskan url blog atau website anda dengan valid. Link di komentar ini dofollow. Jadi anda akan dapat bonus backlink

BLONTANK POER mengatakan ...

9/16/2009 10:48:38 AM

salam kenal, Mas Med...

suka membacanya.

blt

member bengawan.org


MEDS mengatakan ...

9/16/2009 3:32:27 PM

salam kenal juga Pak Blontang (?). Senang juga ada yang suka membaca tulisan yang tidak jelas ini. slam buat warga bengawan.org. semoga tansah titi tentrem kerto raharjo. Rahayu wilujeng lir ing sambikolo.

Lan nganturaken sugeng riyadin. Syawal 1430 H. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.


CARA MEMBUAT BLOG mengatakan ...

9/17/2009 5:15:53 AM

Topiknya sangat up to date


NYUBI mengatakan ...

9/18/2009 10:49:38 PM

Opo meneh iki... Masing2 nunjukin Power yo.. Weslah sing waras menang :)


REDAKSI KAMUSHUKUM mengatakan ...

11/27/2009 9:35:14 AM

Paparan menarik, menunggu bahasan lebih lanjut. Terimakasih dan salam dari Redaksi KamusHukum.com.


Nama | Name

Email

*tidak ditampilkan

Blog/ Website

*tanpa http

Komentar

Masukkan Kode Berikut | Refresh untuk ganti Kode

CAPTCHA |

about sumedi
foto sumedi

ini adalah personal blog saya. Berisi tulisan, pendapat pribadi, ulasan terhadap sesuatu. Untuk mencari dan berbagi pengalaman. Mengapa bukan wordpress, jomlaa, atau drupal? [selengkapnya]

recent post asp
my comments
my archives

Viewed: 180563 kali
its just click counter not unique visitor, not visit counter