Aburizal Bakrie ketua umum Golkar yang baru, jadi ilfill
Munas VIII Partai Golkar di Pekanbaru Riau menghasilkan ketua umum baru: Aburizal Bakrie. Pemilik Lapindo Brantas ini memenangi pemungutan suara satu putaran dengan 296 suara.Tempat kedua diduduki Surya Paloh dengan 240 suara. Sementara 2 kandidat lainnya, Yuddy Chrisnandi dan Hutomo Mandala Putra nihil. (Detik.com, 8/10).
Kemenangan Ical seperti melengkapi kemenangan SBY yang gilang-gemilang. Partai Demokrat menang di pileg, memang satu putaran di Pilpres, dan berhasil merangkul semua kekuatan politik di Indonesia. Setelah PDIP, yang selama ini menyatakan dengan jelas "jenis kelaminnya" tiba-tiba harus abu-abu dengan merapatnya Taufik Kiemas ke Demokrat hanya untuk mendapatkan kursi Ketua MPR.
Harapan sebenarnya tinggal kepada partai Golkar, untuk tidak usah "nguyahi segoro", menggarami lautan. Koalisi sudah sedemikian besar, lebih baik Golkar memposisikan diri di luar kekuasaan, beroposisi ala demokrasi pancasila.
Jadi, tidak masuk ke pemerintahan, cukup di DPR. Dengan posisi ini, Golkar memang tidak mendapat jatah kementerian atau departemen, namun mungkin bisa menarik simpati banyak massa mengambang yang semakin frustasi dengan situasi politik di negeri ini. Golkar bisa jadi alternatif penyeimbang kekuasaan.
Ucapan Jusuf Kalla dalam pembukaan Munas dengan tegas menyatakan, Golkar memang tidak terbiasa di luar kekuasaan, namun lehbi tidak terbiasa mengemis-ngemis kekuasaan. Ini menegaskan arah JK untuk membawa Golkar ke oposisi. Sebuah pernyataan yang membuat gerah Istana, karena JK masih wakikl presiden.
Ada dua arus di Golkar, arus yang menginginkan Golkar merapat ke keuasaan, dan arus yang menginginkan Golkar mandiri, diluar kekuasaan. Dua kubu ini yang bertarung di munas Golkar. Namun kubu besar Golkar lebih kuat. Kubu yang digawangi Aburizal Bakrie yang juga masih menjadi menterinya kabinet SBY, menginginkan Golkar masuk ke pemerintahan SBY. Terbukti, Munas Golkar kali ini menempatkannya sebagai ketua umum.
Ya, karena itulah keputusan Munas Golkar. Dan kalau semua kekuatan politik sudah satu barisan dalam pemerintahan, siapa yang harus mengawasi. Saya mulai takut akan kembali ke jaman orde baru. Semua di tekan, semua di batasi kebebasaannya.
The power is tend to corrupt.
posted on:10/7/2009 5:57:47 PM | by: meds | under: opini |
( 7 ) Komentar

