Selamat Tahun Baru 2010
Sudah 2010. Seperti baru kemarin rasanya tahun baru, ada tahun baru lagi. Seperti tahun baru yang dulu-dulu, di rumah saja, nonton TV dan menyempatkan update blog dan facebook. Tahun kemarin memang jalan-jalan ke Ciwidey, Lembang, Bandung. Dalam rangka mengajak isteri yang ingin melihat tahun baru di luar. Sekali itu.
Tadi sempat masuk kerja, agak mengeluh juga, kemarin jadwalnya libur. Tapi karena tanggung jawab, juga sadar diri, masih sebagai buruh, ya berangkat juga. Namun ternyata pekerjaan sudah di-handle sama tim Surabaya, ya habis magrib pulang. Jalan dari Kramat - Menteng - Manggarai - Pancoran penuh dengan kendaraan orang yang akan merayakan tahun baru. Hati-hati, biasanya banyak yang ugal-ugalan. Selamat sampai kos.
Akhir tahun 2009, Guru Bangsa, KH. Abdurrahman Wahid, Gus Dur wafat. Seolah tak percaya. Memang sudah sering mendengar Gus Dur masuk RS, karena memang rutin. Jadi ketika mendengar Gus Dur masuk RSCM, biasa saja. Pukul 19.00 mengetahui dari mas Bambang Susanto di account Facebook-nya, Saiful yang membuka, Gus Dur Wafat. Lalu mengecek di detik.com, berita sudah masuk.
........ kemarin lembur sampai 00.30.
Bagiku tahun baru memang tak harus dengan ramai-ramai. Kalau ada yang menyalakan kembang api ya bagus, langit jadi indah dengan percik api. Tapi kalau tidak ya, cukup dengan nontn TV di temani isteri sambil minum teh tubruk hangat. Selalu seperti itu.
Dulu waktu sekolah di Jogja juga begitu. Kebetulan teman-teman kos tidak ada yang hoby dengan perayaan tahun baru. Ya, kami memang kumpulan orang-orang biasa. Tahun baru nugumpul, nonton TV, dan tidur.
Tapi cukuplah. Tahun baru apa sih istimewanya? Mengapa harus dirayakan dengan begitu meriah, seolah tak akan ada hari lagi. Tahun baru hanyalah penanda, pergantian tahun supaya manusia tidak lupa. Yang masih membutuhkan ukuran untuk menentukan sesuatu. Sama seperti panjang yang diukur dengan meter, berat dengan gram, dan waktu dengan detik, menit, hari, bulan, dan tahun.
Doa selalu ada. Setiap hari kita berharap, dan berdoa. Semoga menjadi lebih baik. Bolehlah menggunakan tahun baru sebagai tonggak untuk memulai sesuatu yang baru. Tapi lebih penting niat yang tulus. Tanpa dilandasi niat tulus untuk merubahnya, resolusi tahun baru hanya akan menjadi monumen resolusi, yang bagi sebagian kalangan mungkin penghias diary akhir tahun.
Selamat tahun baru Blogger Indonesia. Semoga menjadi lebih baik.
posted on:12/31/2009 12:47:40 PM | by: meds | under: diary |
( 19 ) Komentar

