Jakarta Yang (belum) Tertib

Hidup di Jakarta adalah hidup dengan segala ketidaktertiban. Jakarta memang kota besar, dengan 7 juta penduduk + 5 juta komuter, menjadikan Jakarta menjadi tempat yang sangat padat. Sebagai tempat yang banyak populasinya, Jakarta memberikan peluang untuk mencari uang, menarik orang-orang untuk masuk, dan akhirnya menciptakan ketidaktertiban.

Mungkin karena sudah sedemikian sempit tempat di Jakarta, semua berebut lahan, juga penghidupan. Satu sisi ini memberikan peluang orang mencari uang. Di Jakarta apapun bisa di jual, dari yang umum, rokok, makanan, minuman, atau jasa seperti ojek, payung, toilet, pijat. Dan Jakarta yang semrawut juga menciptakan peluang menghasikan uang dari orang yang mau melanggar, ya, Jakarta menyediakan "jasa untuk melanggar".

Di Jakarta, ada peraturan mengenai jumlah minimun penumpang dalam kendaraan pribadi, 3 in 1. Ini diberlakukan di kawasan tertentu. Peraturan ini mewajibkan setiap mobil pribadi yang memasuki kawasan ini minimal harus ada tiga orang. Maksud dari peraturan ini tentu agar orang yang punya banyak mobil tak harus membawa semuanya untuk mengantar anggota keluarga, cukup satu mobil untuk 3 orang. Tujuan lain, agar jalur yang diberi peraturan ini menjadi lebih lancar, karena yang tidak memenuhi syarat, akan mengmbil jalur lain.

Tapi inilah Jakarta, orang boleh melanggar kalau punya uang. Mau lewat jalan Sudirman saat 3 in 1? Ada jasa pelanggaran, "Joki". Joki ini siap memberikan jasa "menumpang" agar mobil yang hanya berisi satu orang bisa menjadi tiga orang dan lolos dari peraturan 3 in 1. Kalau anda pada pagi hari atau sore hari, melweati jalan gatot subroto, senayan, yang menju kawasan 3 in 1, akan menjumpai banyak orang melambai-lambaikan tangan kepada mobil yang lewat. Mereka inilah yang siap meberikan jasa "menumpang " kepada para pengendara mobil yang sendirian, atau hanya berdua.

Contoh Lain? Parkir Liar. Ini juga salah satu efek atau "keuntungan" dari Jakarta yang semrawut. Pengendara mobil yang malas harus masuk gedung atau mencari tempat pakir, akan memilih jasa "melanggar" yaitu parkir di tempat terlarang, bahkan di tempat dengan tanda P silang, dilarang parkir. Kalau ditanya, banyak alasannya, parkir penuh, hanya sebentar, lebih praktis, dll.

Belum lama ini, DLLAJR DKI Jakarta memberlakukan peraturan mengembok mobil-mobil yang diparkir liar. Hasilnya lumayan, walaupun belum bisa menindak semuannya, tapi paling tidak bisa membuat efek jera bagi para pengendara mobil aagr memarkir kendaraan dengan benar. Semoga juga bukan hanya sebagai efek jera, tapi nbenar-benar di jalankan terus-menerus.

Memang susah mengubah mental banyak orang. Orang tertib kalau ada polisi. Iklan salah satu produk rokok cukup menyindir, ketika seorang cewek mengendarai mobil ( jazz), clingak-celinguk, dan balik arah di tempat dengan tanda dilarang berbalik. Ketika ditanya oleh polisi kenapa sudah ada tanda dilarang berbalik kok melanggar, jawababnnya: tidak lihat bapak.

Mau contoh lain: TransJakarta. Bus Way awalnya didesain hanya boleh dilewati oleh bus istimewa ini. Tujuannya agar bus bisa melaju dengan cepat tanpa terjebak macet. Dengan fasilitas umum yang cepat, nyaman, diharapkan pengguna mobil pribadi akan beralih ke layanan ini. Kendaraan lain tidak boleh lewat. Masih ingat sewaku Hamzah Haz, dulu masih wapres, masuk jalur busway, media massa memblow up hingga Hamza Haz meminta maaf.

Tapi lihat sekarang, semua orang boleh melewati jalur sakral itu. Tak hanya motor, us jugabus, mikrolet, mobil mewah, mobil pejabat. Alasannya, jalan macet, ingin cepat.

Semua orang ingin lancar, ingin cept sampai tujuan, apakah semua harus melanggar? Kalau hal ini terus dibiarkan, tujuan busway agar pengguna mobil pribadi beralih ke layanan ini akan semakin jauh dari nyata. Lebih enak memakai mobil pribadi, sudah ber-AC, nyaman, boleh melanggar lagi.

Kapan Jakarta bisa tertib? Apakah ini sifat dasar orang Indonesia, atau memang sistem yang belum jalan.

« HOME

posted on:5/10/2008 9:48:46 AM | by: meds | under: opini | coment on medscript ( 2 ) Komentar

Bookmark and Share

Related Post

  1. Jangan lupakan kasus Century--6/30/2010 1:36:25 PM
  2. Selamat Bermuktamar untuk NU--3/24/2010 2:27:27 AM
  3. Pelajaran Lalu-lintas--2/13/2010 4:07:53 AM
  4. Demonstrasi, semoga tidak ramai-ramai mendemo angin--1/28/2010 4:19:02 PM
  5. Nasib Hak Angket Century DPR sepertinya suram--11/26/2009 11:47:34 AM
  6. Tidak bisa berharap banyak pada DPR--11/11/2009 5:13:15 PM
  7. Cintai Indonesia, Cintai KPK--10/31/2009 3:49:40 PM
  8. Menunggu telpon--10/14/2009 6:46:08 PM
  9. Aburizal Bakrie ketua umum Golkar yang baru, jadi ilfill--10/7/2009 5:57:47 PM
  10. Antara Cicak dan Buaya--9/15/2009 7:06:41 PM
  11. Golkar Bingung--4/28/2009 12:06:52 AM
  12. Golkar - Demokrat pisah--4/22/2009 11:55:37 AM
  13. Pemilu 2009, Demokrat yang fenomenal--4/10/2009 2:54:16 AM
  14. Situ Gintung--4/3/2009 9:41:50 AM
  15. Pemilu Banyak Partai, tanya kenapa--3/18/2009 9:38:25 AM
  16. Rokok Haram, Golput haram. Tanya Kenapa?--1/27/2009 10:29:31 AM
  17. Teori Jendela Pecah untuk Jakarta--11/19/2008 9:49:46 AM
  18. Hati-hati BLBI Jilid 2--11/14/2008 11:32:29 AM
  19. Memperingati Hari Pahlawan--11/10/2008 10:57:32 AM
  20. Krisis keuangan Global--10/14/2008 12:14:22 AM

Komentar

Silakan berkomentar. Tuliskan url blog atau website anda dengan valid. Link di komentar ini dofollow. Jadi anda akan dapat bonus backlink

SUROWO SUHONO mengatakan ...

5/10/2008 11:32:25 PM

Petugas penertiban sudah nggak mampu lagi mengatasi persoalan ini, masyarakat pada umumnya paham akan peraturan tata tertib, tetapi tidak mau memtaatinya. Sampai kapan ?


MEDS mengatakan ...

6/10/2008 2:45:21 AM

benar Mbah, apa ini yang dinamakan jaman edan. Wong podo melu edan, kuatir ora keduman.


Nama | Name

Email

*tidak ditampilkan

Blog/ Website

*tanpa http

Komentar

Masukkan Kode Berikut | Refresh untuk ganti Kode

CAPTCHA |

about sumedi
foto sumedi

ini adalah personal blog saya. Berisi tulisan, pendapat pribadi, ulasan terhadap sesuatu. Untuk mencari dan berbagi pengalaman. Mengapa bukan wordpress, jomlaa, atau drupal? [selengkapnya]

recent post asp
my comments
my archives

Viewed: 180560 kali
its just click counter not unique visitor, not visit counter