Menjelang Mudik
Minggu terakhir menjelang mudik. Rasanya sudah tidak sabar ingin nelihat rumah. Akhir puasa, Jakarta terasa begitu panas. Pasti berbeda dengan suasana di rumah, lebih sejuk, lebih segar, lebih hijau.
Mudik berarti libur ngeblog, libur rutinitas, santai dan rileka. Walaupun harus berjuang berdesakan naik kereta, repot membawa oleh-oleh untuk para keponakan dan saudara, namun semua akan terobati begitu sampai di rumah. Ketemu keluarga. Berkumpul.
mau melihat sawah. mau melihat sungai. mau melihat pantai.
Rutinitas kerja sering membuatku terbuai dengan dunia sendiri, capai sendiri, stress sendiri. Pagi berangkat sudah disambut dengan kemacetan lalu-lintas, sore pulang tak jauh beda.
Panas, berdebu, berasap. Entah sudah berapa liter uadara kotor yang tersaring paru-paru ini. Bayangkan, kalau paru-paru kira adalah filter biasa, pasti sudah rusak berat.
Untung paru-paru ini adalah ciptaan Tuhan maha sempurna, punya mekanisme pembersihan diri, bisa bertahan menghadapi udara yang polusi.
Mudik, libur. Sejenak tak usah memikirkan ranking-rankingan google, alexa, dll. Ingin melupakan sejenak.
Pulang, mudik, santai.
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1429 H.
Minal aidin wal faidizn.
Selamat mudik bagi yang mudik.
posted on:9/22/2008 1:47:08 AM | by: meds | under: diary |
( 3 ) Komentar

