Pemilu 2009 sudah dekat, Siap memilih?
Pemilihan Umum sudah semakin dekat, kalau tak salah April 2009, berarti 4 bulan lagi. Sudah ada 40 lebih parpol, masing-masing sudah berkampanye sesuai dengan kemampuan masing-masing. Para calon anggota legislatif juga sudah mulai sosialisasi, membuat bendera, kaos, stiker, spanduk, dll. Sudahkan anda menentukan pilihan?
Ini demokrasi, tidak seperti jaman orde baru dulu, yang semua harus kuning. Saya sih bersyukur, bisa hidup pada kondisi lebih demokratis, bebas memilih. Saya masih ingat, sewaktu 1997, bagaimana diskriminatifnya aparat desa, aparat pemerintahan dalam memperlakukan mereka yang dianggap "berbeda". Ada ancaman, katanya kalau tidak memilih partai pemeintah nanti tidak bisa jadi PNS, mengurus SKKB dipersulit, dll.
Waktu itu di Jawa Tengah, khususnya lagi daerah saya, ada program kuningisasi. Nyaris hampir semua pagar, fasilitas umum, pohon harus dicat dengan warna kuning. Alasannya sangat mengada-ada: 50 tahun Indonesa merdeka (1995) adalah tahun emas, sehingga warna yang mewakili ya kuning. Kemudian katanya sesuai dengan burung identitas Jawa Tengah (kepodang atau elang jawa?), hasilnya: semua warna harus kuning. Jadilah kuning yang seragam, kuning yang dipaksakan, dan kuning yang tidak semangat.
I have an experience about a discrimination according to accused as "the other". Simple but ....
Tapi sekarang kita bisa memilih dengan bebas, mau merah silakan, mau hijau silakan, mau biru silakan, mau tidak memilih ya silakan. Semua sejajar, tidak boleh ada yang diperlakukan tidak adil hanya gara-gara beda warna kaos atau bahkan tak punya kaos.
Indonesia itu majemuk, dalam lambang negara kita saja sudah jelas tertulis, Bhineka Tunggal Ika, yang artinya kurang lebih: berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Para pendiri bangsa sadar, bahwa Indonesia itu majemuk, tidak bisa dikelompokkan hanya dalam satu kotak. Biarlah mereka mengelompokkan diri sesuai aspirasinya tugas negara adalah mendengarkan apa aspirasi mereka.
Memang kondisi pemerintahan sekarang belumlah ideal, korupsi masih merajalela, pemerintahan masih belum efektif dan kuat, dan kebebasan demokrasi masih dimaknai secara sempit hanya asal bebas. Padahal kebebasan kita dibatasi oleh hak orang lain.
Tapi jalan menuju ideal itu adalah jalan yang panjang, yang mungkin justru yang ideal tak akan pernah tercapai, tapi paling tidak mendekati ideal.
Reformasi yang sudah berjalan memang belum membuahkan hasil yang memuaskan semua orang, tapi paling tidak sudah menciptakan tatanan politik baru, dimana semua orang boleh memilih seusai aspirasinya. Dengan aspirasi yang lebih bebas, tentu saja akan menciptakan kontrol yang lebih pada pemerintah dan penyelenggara negara.
Sesuai UU, Indonesia menganut sistem perwakilan, Pemilu memilih wakil-wakil rakyat untuk duduk di DPR. So, marilah gunakan hak pilih anda. Sukseskan pemilu 2009. Pilih dengan hati nurani, bukan dengan paksaan.
posted on:12/10/2008 3:10:11 AM | by: meds | under: diary |
( 3 ) Komentar

